Penutupan Layanan CBN Cable Internet (Wed, Jun 4 2014)
  NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Hobbies | LifeStyle | Eccentric | Female First | The Executive Corner | Drinks | Automotive Tips | Bar Jokes | Sex
 
   
tips  
 




Senior

Purwoceng
Viagra Jawa, Baik untuk Wanita

tips Wed, 05 Dec 2007 10:52:00 WIB

Afrodisiak berasal dari kata Aphrodite, Dewi Kecantikan dan Cinta dalam mitologi Yunani kuno. Tanaman jenis afrodisiak diyakini mampu mendongkrak stamina dalam urusan cinta. Di Jawa, ada yang namanya purwoceng.

Dari sekitar 30.000 jenis tumbuhan di Indonesia, 1.200-an di antaranya merupakan tanaman obat. Beberapa diyakini mengandung bahan afrodisiak yang berkhasiat meningkatkan atau menambah stamina. Bila di Korea ada ginseng, di Indonesia ada pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) yang banyak dijumpai di Amuntai, Kalimantan Selatan, dan purwoceng (Pimpinella pruacen) di daerah Pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Selama ini penggunaan tanaman obat sebagai afrodisiak di Indonesia lebih berdasarkan kepercayaan dan pengalaman turun-temurun. Ada orang yang secara rutin mengonsumsinya, sebagian lainnya hanya coba-coba. Banyak yang merasakan manfaatnya secara luar biasa, dari semula lesu dan loyo menjadi bergairah.

Secara khusus, purwoceng dikenal sebagai obat kuat lelaki. Meski masih dalam skala laboratorium, tanaman itu terbukti klinis mampu menguatkan otot-otot halus pada penis dan otot jantung. Penguatan itu membuat stamina seseorang semakin meningkat.

Perlancar Peredaran Darah

Meski telah banyak dilakukan penelitian untuk mengetahui kepastian khasiat tanaman afrodisiak, sebagian besar belum sampai pada tahap akhir. Menurut Wahyu Suprapto, herbalis yang tinggal di Batu, Malang, Indonesia masih menganut standar ganda untuk aplikasi obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan.

Standar ganda yang dimaksud ialah bahwa obat dari tumbuh-tumbuhan berkhasiat itu jika ingin diproduksi dan dipasarkan secara massal harus diujikan sama seperti obat medis Barat. Padahal, prinsip pengobatan tradisional Timur dengan pengobatan medis Barat berbeda. Selain itu, harus ada penemuan bahan aktif tunggal yang teruji berkhasiat menyembuhkan penyakit yang dimaksud, seperti prinsip obat kimia sintetis.

"Standar ganda ini yang membuat obat-obatan yang dibikin langsung dari tumbuh-tumbuhan di Indonesia susah berkembang. Berbeda dengan di Cina dan negara tetangga lainnya," kata penerima Kehati Award dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) kategori Pendorong Lestari Kehati ini.

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa tumbuhan afrodisiak mengandung senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain. Senyawa itu secara fisiologis dapat melancarkan sirkulasi atau peredaran darah pada sistem saraf pusat (serebral) atau sirkulasi darah tepi (perifer).

Mengandung Steroid

Secara fisik, purwoceng adalah tanaman sejenis wortel, bedanya berumbi putih kecokelatan. Tumbuhan ini adalah jenis tanaman langka. Kini, menurut Saroji, seorang pedagang purwoceng di Pegunungan Dieng, kelangkaannya dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro.

Semula tanaman ini bernama Latin Pimpinella pruacen, tetapi kemudian direvisi menjadi Pimpinella alpina setelah juga ditemukan di Pegunungan Alpen, Swiss, pada ketinggian 2.000-3.000 meter di atas permukaan laut. Kendati sebutan nama Latinnya berubah-ubah, para peneliti memiliki satu kesimpulan yang sama bahwa purwoceng termasuk tanaman obat.

Di Indonesia purwoceng paling bagus tumbuh di daerah Dieng, meskipun di pegunungan kapur sekitar Wonogiri juga bisa hidup. Hal ini diduga karena Dieng merupakan daerah dataran tinggi, yang suhu udaranya rendah. Meski demikian, menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, sebaran tanaman purwoceng di Indonesia meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Purwoceng juga tumbuh di Gunung Putri, Jawa Barat, Pegunungan Iyang dan Tengger, Jawa Timur. Di Tengger namanya gebangan depok, sedang di Pegunungan Iyang dikenal sebagai suripandak abang.

Karena mempunyai kandungan yang bersifat afrodisiak, tanaman ini semakin dicari orang. "Seharusnya Indonesia dapat membanggakan purwoceng sebagai ginseng Indonesia," ujar Wahyu.

Umumnya, kata Wahyu, tanaman berkhasiat aprosidiak mengandung senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah.

Kopi Purwoceng

Seluruh bagian tanaman purwoceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, terutama akarnya karena mempunyai sifat diuretika (memperlancar kencing). Hasil riset di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) di Bogor menunjukkan bahwa akar dan daun purwoceng mengandung steroid (stigmasterol dan sitosterol), turunan kumarin serta vitamin E.

Karena kandungan vitamin E-nya, purwoceng dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika untuk peremajaan sel-sel tubuh dan memperbaiki kesuburan wanita. Purwoceng juga bermanfaat sebagai penghangat tubuh, menguatkan otot dan saraf, menambah rasa percaya diri, menghilangkan rasa letih setelah bekerja keras, serta melancarkan buang air kecil.

Saroji sebagai penjual biasanya menyarankan untuk merebus 10 gram daun kering purwoceng ditambah 3 biji cengkih, 1/2 sendok teh garam, dan gula batu secukupnya, dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum setiap pagi dan malam, masing-masing 1 gelas.

"Bisa juga satu bungkus kopi purwoceng diseduh dengan air panas, ditambah kuning telur bebek dan sedikit madu. Khasiatnya dijamin jos," kata Saroji.

Mau coba?

Sebulan Sekali ke Dieng

Stamina makin jos dialami oleh para pemakai purwoceng. Di antaranya Astini, warga Kudus dan Hartini, asal Temanggung, Jawa Tengah. Astini mengaku sudah 2 tahun sebulan sekali pergi ke Dieng, sedangkan Hartini baru setengah tahun ini. Untuk apa? Kedua ibu rumah tangga ini ternyata hanya ingin membeli bubuk dan daun kering purwoceng pada Saroji, petani tanaman obat dan buah-buahan di kawasan Dieng.

Dua tahun belakangan ini, saat berhubungan dengan suami, stamina saya lebih oke. Hal yang tak pernah saya rasakan sebelum mengenal purwoceng," tutur Astini. Demikian pula dengan Hartini. Selain staminanya sendiri bertambah baik, suaminya juga merasakan hal yang sama. "Suami saya bilang badannya lebih hangat, segar, dan semangat bekerjanya meningkat, setelah mengonsumsi rebusan daun kering purwoceng," kata ibu tiga anak ini.

Pengalaman lain diungkapkan Aziz yang tinggal di Bogor. Ia mempunyai teman yang sering pergi ke Dieng. Suatu hari, Aziz diberi oleh-oleh ramuan purwoceng. Setelah minum, ia merasakan badannya lebih bugar. Menurutnya, purwoceng lebih baik ketimbang ginseng impor yang sebelumnya kerap diminumnya.

Menurut Saroji, pedagang purwoceng, seperti halnya Astini dan Hartini, banyak orang yang telah membuktikan khasiat purwoceng bagi kebugaran tubuh. "Masyarakat di sini mengenal purwoceng sebagai tanaman penambah gairah seksual. Selain itu, tanaman ini juga dikenal sebagai penghilang rasa sakit, penurun panas, dan antibakteri, Oleh kelompok tani di sini, purwoceng dipopulerkan sebagai Viagra Jawa," tutur pria yang tinggal di sekitar kompleks candi Dieng ini.

Sumber: Senior




Other articles

Emosi Anda Berpengaruh Pada Disfungsi Seksual
Tue, 04 Dec 2007 12:22:00 WIB
Demi Sperma, Jauhkan Laptop dari Pangkuan
Mon, 03 Dec 2007 11:23:00 WIB
4 Cara Kencangkan Libido
Thu, 29 Nov 2007 14:01:00 WIB

 

 
Senior Nonblok.com DNA Berita oto.co.id  Simulasi Aplikasi Online
 
 
46

persen remaja Indonesia usia 15 - 19 tahun sudah berhubungan seks


(BKKBN)

 
Automotive Tips
 
Sat, 20 Sep 2014 11:02:00 WIB
Tetap Aman Menuju Area Parkir Di Gedung Bertingkat

 
Drinks
 
Mon, 15 Sep 2014 11:49:00 WIB
Pepper Basil Caipirinha

 
Bar Jokes
 
Ingin Menikah Setelah Berkencan Online
Mon, 01 Sep 2014 13:31:00 WIB

Gadis berkata: "Ayah, aku jatuh cinta dengan seorang pria yang jauh dari saya... Saya di Indonesia dan dia tinggal di Inggris. Kami bertemu di sebuah situs JODOH, dan menjadi teman di FACEBOOK, sering mengobrol di WHATSAPP, kemudian kami berhubungan lanjut di SKYPE, dan sekarang kami sudah 2 bulan berhubungan melalui VIBER... Saya ingin ayah restui hubungan kami..."